Pria lainnya terprovokasi. Obor-obor itu dengan cepat mengepung sekeliling rumah. Kilatan kuning bercampur jingga mulai merambat dan menyambar apa saja yang ada di dekatnya. (Manusia Setengah Udang) Didorong rasa penasaran, pemuda itu melangkahkan kaki ke dalam. Sekelilingnya tiba-tiba gelap. Tubuh pemuda itu tersedot ke dalam pusaran. (Pusaran Hitam dan Kisah Tersembunyi di Baliknya) Bola mata putihnya terlihat mendominasi. Kedua tangannya bergerak dengan beringas layaknya harimau yang mengamuk. Dia mencakar-cakar beberapa pemain lain. (Sesajen untuk Reog Cemandi) Di hari ketiga, dia berpindah tempat menuju rumpun bambu di belakang rumahnya. Hawa dingin yang membuat gigil diabaikannya. Pun bulu kuduk yang mendadak meremang karena harus berlama-lama di tempat yang terbilang angker. (Memeluk Gulita) Gusti Adipati menyeret putri semata wayangnya dengan kasar ke pendopo dekat lapangan Kadipaten. Wajahnya semerah bara. Alisnya berkerut hingga hampir terpaut. Diikuti Nyai yang tersuruk-suruk mengikuti langkah Gusti Adipati seraya memegangi kakinya. Setengah menjerit, dia berusaha menghalangi aksi sang suami. Tangisnya bercucuran pilu. (Sabda Pandita Ratu).
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.