Di suatu siang yang terik, Moza, Sang Perempuan yang diagung-agungkan oleh Armand, sang pria yang ditinggal meninggal Ibu tercintanya sejak ia berusia tiga tahun, melayangkan sebuah pertanyaan. Trauma? Trauma apa?, tanya Moza bingung. Iya kehilangan Mama adalah pukulan paling besar bagiku. Aku gak bisa terima jika harus sekali lagi kehilangan orang yang kusayang", jawab Armand. Waduh itu penyakit traumatis menangistis stadium empat Pak. Tapi bukan berarti terdiam saja, harus menyembuhkan luka dan berjalan kembali. ujar Moza. Tapi mampukah Armand mengalahkan trauma akut dalam dirinya dan berani menghadapi Cinta demi Sang Perempuan?
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.