Diri ini masih diciptakan untuk memahami kehidupan secara luas. Menapaki jalan setapak yang sangat jauh hingga batas mata tak mampu menjangkau. Keterbatasan mampu diretas dengan keberadaan Zat Yang Maha Hidup di dalam diri. Kuasa Zat yang menggerakkan nadi tanpa darah menjadi kekuatan hidup yang lebih terarah. Dengan kekuatan-Nya, manusia bisa merasakan hakikat kehidupan dengan pemaknaan mendalam dan melalui jalan yang terjal menuju jalan untuk pulang. Dari segelintir raga yang ditopang dengan tulang. Dari darah yang mengalirkan kehidupan di dalam diri. Dari keberadaan menuntun manusia menuju pada jalan pulang? Masih ingatkah kita dengan jalan pulang? Adakah kekuatan energi yang mampu menunjukkan jalan pulang? Jawabannya ada, energi ikhlas sapu jagat. Ikhlas yang mendarah daging dan merasuk dalam sumsum hingga menyisakan sejarah pada tulang sulbi. Dimana manusia dimatikan dan dihidupkan. Ikhlas ini masih menjadi penghambaan terbaik dalam kehidupan. Wujud pengabdian diri pada Zat Yang Maha Menggerakkan hingga gerak tubuh ini kembali menuju pada-Nya. Mempertautkan diri dengan keberadaan diri yang seutuhnya telah menyalakan cahaya benderang untuk diri sendiri dan orang lain. Mempersatukan kekuatan diri dengan makhluk serta semesta untuk mensyukuri di mana diri saling berkesinambungan menunjukkan makna di dalam makna tersirat.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.