Ravena tak hanya fobia telur, ia punya masalah lain dengan seorang pria bernama Rexy, yang sorot matanya selalu membuat gadis itu teringat akan masa lalunya. Akankah satu persatu permasalahan Ravena akan terurai? Tentang fobia, masa lalu dan juga masa depan yang tak pernah lagi ia pikirkan. Namun, kehadiran cinta diantaranya mulai matang bak proses unik pembuatan kerak telor yang tak lain adalah waktu yang tepat untuk membalikan wajan kebagian tungku. Semua orang akan mendapatkan kebahagian tepat pada waktunya, tak kurang dan tak lebih. Kisah yang legit, gurih dan aroma yang tak kunjung berubah
singkat buku ini untuk cover belakang "Ravena, seorang ovophobia atau orang yang takut dengan telur, mengalami trauma akut ketika mengalami reaksi alergi yang parah setelah memakan telur untuk pertama kalinya. Kini, dengan fobia tersebut, ia hanya pernah memakan dua butir telur dalam hidupnya. Meskipun begitu, dalam novel ini, Ravena menemukan cara untuk menikmati rasa kerak telur, yang menjadi momok bagi dirinya, melalui petualangan dan pengalaman pribadi yang unik. Novel ini tidak hanya tentang fobia dan alergi, tetapi juga tentang pertumbuhan, cinta, dan pengalaman hidup yang membuat Ravena berubah. Cerita ini diisi dengan aneka makanan khas Betawi yang menyelubungi banyak peristiwa dan dialog yang lucu serta menyentuh. Dalam setiap bab, ada selipan insight yang menyenangkan, yang menggambarkan perspektif Ravena tentang dunia sekitarnya. Novel ini adalah penghormatan kepada semua orang yang pernah merasakan fobia, dan juga mengajak kita untuk lebih menghargai berbagai bentuk keunikan dalam hidup." Penjelasan ini menggambarkan secara umum isi novel berdasarkan konteks yang diberikan, termasuk latar belakang Ravena, fobia telurnya, serta bagaimana ia akhirnya menikmati kerak telur. juga menyentuh pada elemen makanan khas Betawi yang menjadi ciri khas novel tersebut.
Unduh untuk perangkat lain: