Timur Suharsono dan Seroja Wulansari saling mencintai dalam diam selama bertahun-tahun. Keduanya hanya saling mengagumi dari jauh tanpa membiarkan satu sama lain tahu perasaan masing-masing. Hingga pada akhirnya mereka kehilangan momentum dan berpisah sebelum sempat mengatakan apa pun. Momentum demi momentum terlepas begitu saja dari genggaman. Apakah cinta bisa menembus waktu dan mengembalikan mereka seperti sedia kala? Kali ini dengan satu kesempatan untuk menyatakan cinta.
### Buku ini mengisahkan tentang perjalan waktu dan perubahan dalam hidup Seroja, seorang wakil pimpinan redaksi yang kini merantau di kota baru. Setiap hari, dia datang ke perpustakaan lama untuk mengingat masa lalu, khususnya tentang teman masa kecilnya yang bernama Timur, seorang mahasiswa pintar yang kini sudah lama tidak diajak bicara. Melalui sinematografi perpustakaan, Seroja menggambarkan berbagai wajah buku yang telah dia baca dan tulis catatan, mencerminkan perjalanan emosionalnya. Dia menemukan bahwa beberapa hal berubah, seperti adanya AC dan pengaturan tempat duduk, namun banyak juga yang tetap sama. Seroja merenung tentang keseharian Timur, yang kini hanya bisa dilihat dari jauh melalui buku-buku Fisika dan novel, menciptakan suasana nostalgia dan ketertarikan yang tak terbantahkan. ini memperlihatkan bagaimana kehidupan lama masih hidup dalam ingatan, meski perubahan sudah berlaku. --- ini dirancang untuk cover belakang buku dan memberikan gambaran singkat tentang isi dan inti novel tersebut.
Unduh untuk perangkat lain: