Bukan Aku, Bu mengisahkan tokoh Ibu yang membuat gebogan buah untuk dibawa ke pura sebagai persembahan syukur. Saat Ibu bersiap-siap, sebuah jeruk di gebogan hilang. Seseorang telah mengambil tanpa izin. Buku ini mengangkat nilai kejujuran melalui cerita berlatar belakang budaya Bali, yaitu tradisi dalam agama Hindu berupa pembuatan gebogan.
### Ini jeruknya, Wayan. Terima kasih, Mimi! Wayan cepat-cepat pulang ke rumah. Jeruk pemberian Mimi ia cuci dan lap bersih. Kemudian, ia menyimpan jeruk di gebogan. Sementara itu, Wayan dan Made belajar mengenal berbagai jenis buah melalui cerita dan aktivitas bermain. Ibu baru pulang dari pasar dengan membawa berbagai macam buah. Mata Made berbinar-binar saat melihat buah-buahan itu. Ia sangat suka makan buah dan bertanya boleh tidak mendapatkannya. Ibu memberinya gebogan sisa dan mengajarkan Wayan untuk bersih-bersih buahnya. Saat Wayan bermain, ia mengambil sepotong jeruk dari gebongan tanpa seijin ibu. Rasa bersalahnya memuncak dan ia akhirnya mengakui kesalahannya pada ibu. Ibu memaafkannya dan mengingatkan pentingnya integritas. Setelah cerita, buku ini juga mengajak anak-anak bermain dan belajar mengenali berbagai jenis buah. Di akhir buku, Wayan dan Made dapat mengambil buah yang mereka sukai setelah pulang dari pura. Buku ini berjudul "Bukan Aku, Bu" dan ditulis oleh Nancy Sitohang, dengan ilustrasi oleh Ammar Fauzi.
Unduh untuk perangkat lain: