Dalam hal mengajar, penguasaan konten pengajaran merupakan suatu keniscayaan. Tanpa penguasaan konten pengajaran, tidak mungkin ada kualitas pengajaran yang maksimal dan efektif. Dalam ilmu komunikasi, yakni ilmu yang tidak terpisahkan dengan ilmu pendidikan, penguasaan konten merupakan kunci utama keberhasilan suatu komunikasi, dan sekaligus sebagai kunci dan pendorong utama bagi seorang komunikator dalam mengembangkan skill, metode komunikasi yang maksimal, kontekstual dan yang efektif. Demikian pula dalam hal keutuhan pengajaran, yakni dalam hubungan antara konten pengajaran, skill mengajar dan metode mengajar yang kontekstual. Keutuhan dari konten, skill dan metode mengajar yang kontekstual dan efektif, hanya dapat dibangun secara maksimal jika pengajar memiliki etos kerja dan karakter kerja yang tinggi. Etos kerja dan karakter kerja ini, yang menjadikan seorang pengajar dapat secara terus menerus terdorong untuk mendalami dan mengembangkan konten dan skill serta metode mengajarnya secara kontekstual sehingga mampu menjadi pengajar yang professional, berintegritas, motivatif dan inspiratif bagi semua orang, khususnya bagi peserta didiknya.Dan muara dari adanya etos kerja dan karakter kerja seperti ini yang secara pasti akan menghasilkan seorang pengajar yang melakukan seluruh aktifitas mendidiknya dengan
Buku "Teaching is an Art Maximize Your Teaching" oleh Thomas Tan membahas secara mendalam tentang paradigma mengajar sebagai suatu seni. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami hakekat, tujuan, dan perkembangan dalam proses belajar mengajar. Tan juga menekankan pentingnya penguasaan konten, keterampilan, dan metode mengajar yang inovatif, kreatif, dan kontekstual. Bab pertama membahas seni memahami hakekat mengajar, sementara bab kedua mengeksplorasi tujuan mengajar. Bab berikutnya mengajak pembaca untuk memahami perkembangan manusia, sementara bab keempat menggali tentang cara manusia berpikir. Bab kelima membahas kecerdasan majemuk manusia, dan bab keenam membahas kepribadian manusia. Bab ketujuh mengintegrasikan keterampilan mengajar pramodern, modern, dan postmodern, sementara bab delapan mengembangkan keterampilan mengajar dalam konteks digitalisasi abad 21. Buku ini juga mencakup beberapa aspek hukum, seperti Pasal 113 UU No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang menjelaskan tentang hak ekonomi dan sanksi pelanggaran hak cipta. Selain itu, buku ini juga mengajak pembaca untuk memanfaatkan hak cipta dengan benar, terutama dalam konteks pengajaran dan penelitian. Buku ini ditujukan bagi semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan, baik dalam konteks formal maupun informal, sebagai pedoman untuk membangun paradigma mengajar sebagai suatu seni yang dapat memberikan pengaruh positif bagi generasi masa depan.
Unduh untuk perangkat lain: