Biofilm hadir di mana pun di alam. Pembentukannya dapat terjadi baik pada permukaan biotik maupun abiotik. Biofilm didefinisikan sebagai sekumpulan dari mikroorganisme dari produk ekstraselular yang berasosiasi pada permukaannya. Pcmbentukan biofilm dipengaruhi oleh faktor pengontrol perlekatan sel, sifat alami permukaan, karakteristik media, serta karakteristik permukaan sel mikroba. Secara genetik kemampuan pembentukan biofilm diatur oleh operon ica ABDC. Siklus kehidupan pada biofilm meliputi perlekatan sel, pembentukan mikrokoloni, pembentukan biofilm serta pemantapan dan perluasan komunitas biofilm. Struktur biofilm terdiri dari mikroorganisme dan zat polimer ekstraseluler yang berstruktur. Bakteri pembentuk biofilm menunjukkan peningkatan resistensi terhadap antibiotik dan desinfektan serta resisten rerhadap proses fagositosis dan mekanisme lain dan sistem imun bawaan dan adaptif. Biofilm berperan dalam kasus keracunan makanan dan memengaruhi keamanan pangan. Biofilm telah diketahui terlibat dalam berbagai macam infeksi mikroba pada tubuh seperti infeksi saluran kemih, infeksi kateter, infeksi telinga tengah, pembentukan plak gigi yang berhubungan dengan patogenesis karies, gingivitis, periodontitis, endokarditis, dan infeksi pada cystic fibrosis. Buku ini membahas secara lengkap dan holistik pada tiap-tiap babnya mengenai biofilm yang dikaitkan dengan implikasinya secara klinis. Setelah membahas buku ini, mahasiswa dan praktisi kesehatan akan memiliki pemahaman yang komprehensif tentang biofilm dan karakteristiknya sehingga diharapkan akan memberikan rekomendasi preventif dan perawatan pada pasien untuk meminimalkan terjadinya infeksi yang persisten atau resistensi.
### Buku "Biofilm Oral dan Implikasi Klinis pada Rongga Mulut" merupakan sebuah sumber informasi yang berharga bagi mahasiswa kedokteran gigi, peneliti, dan kliennya. Buku ini mencakup aspek penting tentang biofilm oral, mulai dari pertumbuhan bakteri hingga dinamika komposisi mikroba dalam biofilm. Penulis, Ariyati Retno Pratiwi dan Deby Kania Tri Putri, menjelaskan bahwa biofilm merupakan sebuah koloni mikroorganisme yang terbentuk dengan struktur kompleks di permukaan suatu surface. Buku ini juga membahas tentang unsur-unsur hukum yang berlaku untuk perlindungan hak cipta dalam penggunaan komersial, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar untuk pelanggaran penggunaan non-komersial, dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda maksimal Rp 4 miliar untuk pelanggaran komersial. Buku ini diharapkan dapat menjadi alat belajar yang efektif bagi para pembaca dalam memahami biofilm oral dan implikasinya pada kesehatan rongga mulut. Buku ini juga mencakup aspek hukum terkait hak cipta, dengan sanksi pelanggaran terhadap penggunaan non-komersial dan komersial. Untuk lebih memahami biofilm oral, pembaca perlu mengatur pola makan dan frekuensi konsumsi gula serta asam tinggi untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme pada lapisan biofilm. Buku "Biofilm Oral dan Implikasi Klinis pada Rongga Mulut" diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang komprehensif dalam memahami biofilm oral, serta memberikan panduan praktis untuk mencegah, mengatasi, dan melindungi rongga mulut dari berbagai masalah kesehatan.
Unduh untuk perangkat lain: