Langitpun Tersenyum “Ayo nak angkat wajahmu. Orang yang akan berkenalan dengamu sudah ada di depanmu!”, pinta pak Karman kepada putrinya. Perempuan berkerudung merah muda yang berbalut gamis abu abu itupun perlahan mengangkat wajahnya. Dia tampak gemetar sepertinya tidak kuasa untuk memperlihatkan wajahnya kepada Ilyas. “Zahra?!”, ucap Ilyas terkejut. “Iya mas ini saya Zahra”, jawab perempuan itu lirih. Ilyas terdiam. Matanya terbelalak. Mulutnya seakan terkunci. Baru saja dia terkejut bertemu dengan pak Karman, kali ini dia semakin terkejut melihat bahwa perempuan yang akan dijadikan pendamping hidupnya adalah Zahra, perempuan yang dulu begitu dia cintai. Ilyas tidak menyangka bahwa penderitaannya di dalam penjara ternyata berbuah keindahan. Pertemuannya dengan pak Karman di dalam jeruji besi ternyata sebuah alur yang membawanya bertemu dengan Zahra, perempuan yang dulu pernah dia cintai namun harus kandas karena Zahra terlanjur dinikahkan dengan lelaki lain. Namun ternyata takdir berkata lain, Zahra ditinggal mati oleh suaminya. Kini cinta itupun bertemu kembali dan bersatu di dalam sebuah ikatan suci.
### "Langit Pun Tersenyum" "Langit Pun Tersenyum" mengisahkan tentang perjalanan emosional dan spiritual Safitri di kota kecil Wonosobo. Setelah Ilyas, sang kekasih, masuk penjara karena terjerat skandal yang mengejutkan, Safitri merasa hancur dan tidak ingin berbicara dengan siapapun. Galih, teman lamanya, mengajak Safitri untuk keluar dari rintangan emosionalnya tersebut. Saat berada di alun-alun kota, mereka ditemani pemandangan indah yang menyejukkan, termasuk gunung Sindoro dan Sumbing. Meskipun pemandangan itu cantik, perasaan Safitri tetap terpuruk. Galih mencoba memaksa Safitri untuk berbicara tentang masalahnya, namun Safitri enggan. Dia merasa cinta yang ia alami telah membuat dia buta dan tidak mampu berfikir jernih. Setelah beberapa hari, Safitri akhirnya bersedia untuk berbincang dengan Galih. Mereka memutuskan untuk pergi ke kota, di mana mereka bertemu dengan berbagai orang termasuk pegawai kantor dan pelajar yang baru pulang dari sekolah atau les. Namun, percakapan mereka tidak berjalan lancar. Kata-kata Safitri terlanjur mengeluarkan api kebencian yang menyulut skandal Ilyas, membuatnya merasa sangat menyesal. ini mencerminkan pertumbuhan emosional Safitri dan bagaimana dia belajar untuk menerima realitas hidup.
Unduh untuk perangkat lain: