Gaya hidup ramah lingkungan semakin diminati seiring dengan kesadaran akan dampak buruk dari kerusakan alam terhadap keberlangsungan hidup umat manusia. Dunia fashion pun tidak luput da-ri tren gaya hidup ramah lingkungan ini. Salah satu yang berhasil dikembangkan oleh para pakar fa-shion adalah ecoprint.
### "Ecoprint Perpaduan Fashion Dengan Alam" merupakan panduan komprehensif tentang proses pembuatan ecoprint dan bagaimana seni ini dapat menyatu dengan alam. Buku ini memulai dari sejarah singkat batik, seni asli Indonesia yang telah dikenal sejak abad ke-17, hingga menyinggung tentang ecoprint yang baru-baru masuk ke Indonesia pada tahun 2016. Berdasarkan sejarahnya, bab pertama membahas tentang batik dan bagaimana proses pembuatan seni ini berbeda dengan ecoprint. Seiring waktu, ecoprint menjadi trend populer karena tidak memerlukan bahan-bahan yang langka dan dapat menggunakan aneka ragam tumbuhan lokal. Bab berikutnya menjelaskan jenis-jenis tanaman yang bisa digunakan dalam proses ecoprint, termasuk Eucalyptus deglupta atau eucalyptus pelangi. Bagian ini memaparkan detail mengenai khasiat dan penggunaan daun dari pohon tersebut dalam menciptakan motif pada kain. Pada bab berikutnya, buku ini membahas tentang jenis-jenis tanaman lain yang dapat digunakan sebagai bahan ecoprint, seperti jarak. Dua jenis jarak yang biasa digunakan adalah jarak kepyar dan jarak wulung. Kedua jenis tanaman ini memiliki khasiat medis serta potensi penggunaan dalam industri fashion. Bab terakhir mencakup proses pembuatan ecoprint, baik secara konsep maupun praktiknya, termasuk bagaimana motif pada kain dapat tampil lebih kontemporer dibanding batik yang lebih klasik. Buku ini juga menjelaskan tentang alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan ecoprint. Dengan menawarkan pemahaman mendalam mengenai seni dan teknologi ecoprint, buku ini menjadi sumber informasi yang ideal bagi para desainer, pengrajin, dan pecinta fashion alami.
Unduh untuk perangkat lain: