Saat berbicara mengenai sejarah zaman dahulu, tentu sangat erat kaitannya dengan manusia purba. Salah satunya adalah jenis Homo Floresiensis dimana para ilmuwan meyakini bahwa ini merupakan cikal bakal manusia di zaman modern seperti sekarang.
### Buku ini membahas mengenai Homo Floresiensis, manusia purba yang ditemukan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Dalam penjelasannya, buku ini meliputi beberapa aspek penting 1. Penemuan dan Pidana Pelanggaran Hak Cipta Bagian awal membahas tentang pengedaran atau penjualan ciptaan yang melanggar hak cipta, yang dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda maksimal Rp500.000.000. 2. Mengenal Homo Floresiensis Pada bagian ini, buku ini menjelaskan tentang siapa Homo Floresiensis, lokasi penemuan manusia purba tersebut, serta siapa yang menemukannya. Tim peneliti yang terlibat dalam penemuan ini mencakup R.P. Soerjono dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Mike J. Morwood dari University of New England, Australia. 3. Ciri-ciri Fisik Homo Floresiensis Bagian ini mendetailkan beberapa ciri fisik Homo Floresiensis. Manusia purba ini memiliki dahi yang tidak menonjol dan sempit, rahang yang lebih kekar, serta tubuh yang kerdil. Ukuran otaknya juga kecil. 4. Ciri-ciri Kehidupan Non-Fisik Bagian ini menjelaskan tentang kehidupan non-fisik Homo Floresiensis, termasuk aspek-aspek seperti evolusi dan perbandingannya dengan Pithecanthropus Erectus. 5. Lokasi Penemuan Gua Liang Bua Buku ini juga merinci tentang lokasi penemuan manusia purba ini di Gua Liang Bua, Flores. Guanya dikenal sebagai situs prasejarah yang terletak sekitar 15 km utara Ruteng, Manggarai, Flores Barat. 6. Berbagai Kontroversi Akhirnya, buku ini membahas berbagai kontroversi mengenai Homo Floresiensis, termasuk pendapat ilmuwan tentang evolusinya dan status spesiesnya. Buku ini tidak hanya memberikan pengetahuan yang mendalam tentang Homo Floresiensis tetapi juga menyajikan wawasan historis dan ilmiah yang luas.
Unduh untuk perangkat lain: