Hayu Dyah Patria adalah pemimpin ketahanan pangan dan keanekaragaman hayati di Jawa Timur yang percaya bahwa keanekaragaman di piring kita akan mengembalikan keanekaragaman di alam.
Buku ini menggambarkan perjalanan Hayu Dyah Patria dalam mempromosikan keberlanjutan pangan dan pengetahuan tradisional melalui pekerjaannya di Mantasa. Mulai dari latar belakang pendidikannya sebagai teknologi pangan dan gizi, Hayu menemukan keterkaitan antara isu pangan, lingkungan, dan perempuan. Konsep ekofeminisme yang ia percayai mempengaruhi pendekatan Hayu dalam mengembangkan pengetahuan lokal tentang tumbuhan liar yang dapat dimakan. Buku ini mendokumentasikan 400 jenis tanaman pangan liar di Indonesia, menekankan pentingnya solusi lokal dalam mengatasi kelaparan. Hayu juga menerangkan bagaimana perempuan berperan penting namun tidak sering diakui dalam upaya menciptakan kedaulatan pangan dan gizi. Melalui kerja sama dengan perempuan, Hayu menimba ilmu dan keterampilan dari mereka yang terkait pengetahuan tradisional tumbuhan liar. Buku ini juga membahas dampak krisis pangan, termasuk konflik, perubahan iklim, dan ketidakstabilan ekonomi. Hayu menekankan pentingnya peduli terhadap ketahanan pangan sebagai bagian dari hak setiap individu untuk mendapatkan pangan yang aman dan bergizi. Buku ini mengajak pembaca untuk bertindak melalui analisis nutrisi tumbuhan liar, penggalangan dana kreatif, dan strategi penyebarluasan pengetahuan. Dengan membahas tantangan global seperti stunting di Indonesia, buku ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya pelestarian pengetahuan tradisional lokal untuk menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan.
Unduh untuk perangkat lain: