Buku Ajar Kebidanan Veteriner ini merupakan buku ajar yang secara spesifik mengulas tentang fisiologi kebuntingan, macam-macam teknik diagnosis kebuntingan, fisiologi partus, eutokia, distokia, abortus, dan patologi kebuntingan pada beberapa spesies hewan, khususnya pada pet animals dan beberapa hewan domestik. Pada buku ajar ini dapat diperoleh bahasan spesifik terkait kebuntingan dan deteksi kebuntingan khususnya pada pet animals dan beberapa hewan domestik. Hal ini yang menjadikan buku ini berbeda dari buku ajar kebidanan veteriner lainnya. Kebuntingan adalah masa seekor induk membawa embrio atau foetus dalam cavum uteri-nya selama periode gestasi masing-masing spesies. Partus adalah proses fisiologis hewan untuk mengeluarkan foetus dan plasenta melalui jalur lahir. Proses kelahiran diawali dengan dilatasi serviks bersamaan dengan mulai adanya konstraksi uterus yang diakhiri dengan keluarnya foetus dan plasenta secara spontan yang disebut dengan eutokia. Proses kelahiran secara spontan (eutokia) melibatkan beberapa hormon reproduksi yang berperan dalam membantu kelahiran seperti: prostaglandin, estrogen, oxytocin, dan relaxin. Sementara itu, distokia diartikan sebagai satah satu gangguan reproduksi yang sering didefinisikan sebagai kondisi ketidakmampuan induk untuk melahirkan fetus atau anaknya sendiri. Distokia dibagi menjadi dua kategori yaitu distokia maternal dan distokia fetalis.
Buku "Kebidanan Veteriner" oleh Aulia Firmawati, Galuh Chandra Agustina, dan Viski Fitri Hendrawan merupakan panduan ilmiah yang menyeluruh tentang kebidanan hewan. Buku ini mencakup berbagai aspek penting dalam bidang kebidanan hewan, termasuk fisiologi kebuntingan, proses kelahiran (eutokia dan distokia), serta patologi postpartum. Isi buku dibagi menjadi beberapa bab yang menguraikan topik-topik kunci. Bab pertama membahas pendahuluan fisiologi kebuntingan, periode gestasi, embriologi, plasentasi, bentuk dan lokasi uterus bunting, serta lama kebuntingan. Bab berikutnya menekankan pada abortus, termasuk abortus tua, muda, karenafaktor noninfeksi, dan faktor infeksi, termasuk mikotik. Bab selanjutnya membahas patologi postpartum yang mencakup prolapsus, cystocele vagina, tumor vagina, obstruksi saluran vagina, dan prolapsus vagino-cervicalis. Bab ini juga menyediakan latihan soal untuk membantu pemahaman pembaca. Bab khusus diberikan untuk kebuntingan pada anjing dan teknik diagnosa kebuntingan kucing, yang mencakup pemeriksaan berbagai jenis dari luar hingga internal, serta metode-metode pengambilan sampel seperti biopsi vagina. Bab terakhir membahas fisiologi kelahiran (eutokia) dan distokia, termasuk tanda-tanda partus, mekanisme partus, dan fase-fase kelahiran pada hewan. Dengan rangkuman materi yang mendalam dan detail ini, buku "Kebidanan Veteriner" menjadi sumber belajar yang komprehensif bagi praktisi veterinari dan mahasiswa bidang kebidanan hewan.
Unduh untuk perangkat lain: