Tenaga medis memiliki tanggung jawab melakukan analisis terhadap hal-hal yang berpotensi menyebabkan seseorang akan mengalami masalah pada kesehatannya. Pada pasien yang mempunyai perilaku negatif, tenaga medis akan memberikan nasihat tentang potensi bahaya pada kesehatan mereka apabila perilaku tersebut berlangsung terus-menerus. Hanya saja terkadang pasien “menolak” nasihat ini, mereka mungkin hanya ingin mendapatkan penanganan pada apa yang mereka keluhkan. Namun tenaga medis tidak pernah lelah memberikan edukasi, nasihat, membujuk bahkan terkadang sedikit menakut-nakuti agar pasien mau mengubah kebiasaan buruk mereka. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh tenaga kesehatan adalah saat tenaga kesehatan memberikan saran untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan mengurangi atau menghentikan perilaku berbahaya, itu bisa membuat frustasi saat saran ini diabaikan atau diperdebatkan oleh pasien atau muncul sikap ‘resistance’. Respons alamiah seorang tenaga kesehatan yang menghadapi sikap semacam itu bisa berupa mengulangi nasihat kesehatan disertai otoritas yang lebih benar atau menerapkan gaya yang lebih memaksa untuk mengedukasi pasien mengenai risiko kesehatan yang akan terjadi jika mereka tidak mengubah perilaku mereka. Penelitian menunjukkan bahwa gaya semacam ini mungkin malah menghalangi perubahan dan meningkatkan penolakan pasien. Motivational interviewing adalah praktik konseling berbasis bukti yang dimaksudkan untuk memfasilitasi perubahan positif dengan membantu klien menemukan motivasi internal untuk berubah, melalui mendengarkan dengan reflektif (listening reflective), yang berfokus pada strategis peningkatan “percakapan perubahan” (change talk) dari klien dalam konteks partnership, dukungan empati dan menghormati otonomi. Motivational interviewing merupakan gaya komunikasi kolaboratif yang berorientasi tujuan, mengeksplorasi ambivalensi, serta memunculkan komitmen untuk mengubah perilaku secara otonom. Prinsip motivational interviewing menghendaki konselor untuk mengikuti isyarat klien dengan menerapkan keterampilan komunikasi. Empat prinsip yang menjadi kunci motivational interviewing bagi dokter adalah menolak keyakinan bawa pendapat dokter yang paling benar, memahami motivasi pasien, mendengarkan dengan seksama dan memberdayakan pasien. Pada aplikasinya dan penelitian-penelitian yang telah dipublikasi, motivational interviewing telah diterapkan pada bidang psikologi, kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan dan bidang kesehatan lainnya, dan dipraktikkan oleh psikolog, dokter, dokter gigi, perawat, konselor dan profesi lainnya.
### Buku "Mengenal Motivational Interviewing (Metode Wawancara Membantu Perubahan Perilaku)" oleh Yuanita Lely Rachmawati, Anton Rahardjo, dan Diah Ayu Maharani merupakan panduan untuk memahami dan menerapkan metode motivational interviewing. Buku ini mencakup uraian mendalam tentang asal-usul, prinsip, gaya bimbingan, keterampilan komunikasi, serta proses penerapan metode ini dalam berbagai konteks. Buku ini dimaksudkan untuk menambah wawasan mahasiswa dan pembaca yang tertarik mempelajari motivational interviewing. Metode ini merupakan alat komunikasi yang efektif untuk membantu perubahan perilaku dengan memunculkan motivasi internal seseorang. Untuk dapat menerapkannya dengan baik, diperlukan pemahaman tentang teori dan prosedur serta melatih keterampilan dalam metode ini. Buku ini juga menyajikan studi kasus tentang penerapan motivational interviewing di bidang kedokteran gigi, termasuk studi pada pengasuh dan anak. Studi-studi tersebut menunjukkan bagaimana metode ini dapat digunakan untuk mencapai perubahan positif dalam perilaku. Buku ini bertujuan memberikan overview yang komprehensif mengenai teori dan prosedur motivational interviewing, serta memberikan peluang bagi pembaca untuk meningkatkan keterampilan penerapannya melalui latihan-latihan yang disertakan.
Unduh untuk perangkat lain: