Dalam buku ini dicoba dijelaskan lingkungan yang dikehendaki oleh tanaman sagu, karena produksi dan produktivitas tanaman sagu sangat ditentukan oleh lingkungan tumbuhnya. Banyak masyarakat yang belum dapat membedakan antara sagu, nipah, aren, dan palma lainnya. Morfologi dan karakteristik pertumbuhan sagu dicoba dijelaskan dalam buku ini. Proses fisiologi yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman sagu serta cara beradaptasi terhadap lingkungan tergenang, tanah asam, tanah bergaram, dan tanah yang terintrusi air laut dapat dipelajari dalam buku ini.
Buku "Ekofisiologi Sagu" ini mencoba menjelaskan tentang ekosistem dan fisiologi tanaman sagu. Buku ini ditulis bersama oleh Prof. Dr. Ir. HMH Bintoro, M.Agr dari Fakultas Pertanian IPB, dengan Prof. Dr. Hiroshi Ehara, M.Agr dari Universitas Nagoya, Jepang, serta beberapa peneliti lainnya dari IPB dan Politeknik Negeri Lampung. Indonesia memiliki sagu yang sangat luas, sekitar 5,5 juta hektar atau setara dengan 85% sagu dunia. Namun, sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Buku ini menjelaskan lingkungan yang dikehendaki oleh tanaman sagu serta keunikannya dalam tumbuh berkesinambungan meski tanpa dibudidayakan. Karbohidrat merupakan sumber energi yang baik untuk metabolisme tubuh dan murah, dengan jumlah karbohidrat pada tepung sagu sebesar 80% dan indeks glikemik untuk beberapa olahan sagu rendah. Buku ini diharapkan dapat membantu peningkatan ketahanan pangan dan gizi Indonesia, kemandirian dan kedaulatan pangan, serta menumbuhkan perekonomian melalui pengembangan sagu. Buku ini adalah hasil kerjasama antara Fakultas Pertanian IPB dengan Universitas Nagoya, Jepang, serta beberapa peneliti lainnya.
Unduh untuk perangkat lain: