bahasa Jawa itu sesuatu yang hidup dansesuatu yang hidup itu pasti berubah mengikuti situasi dan kondisi seperti apa dia hidup. Meskipun diakui pandangan konservatif, yang kawatir atas terkontaminasinya bahasa Jawa oleh bahasa asing (baca: selain Jawa), namun untuk saat ini hal itu tidak dapat dihindarkan.
### Buku Mencintai Bahasa, Melestarikan Budaya Pemertahanan Bahasa dan Budaya Jawa di Kampus Buku ini merupakan rangkuman praktikum Kepewaraan yang diselenggarakan oleh IAIN Tulungagung bekerja sama dengan PERMADANI DPD Tulungagung. Penulis, Dr. Mohamad Jazeri, S.Ag., M.Pd., mengumpulkan data melalui teknik observasi berpartisipatif, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami program praktikum Kepewaraan yang dijalankan. Data tersebut disajikan dalam tujuh bab dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang praktikum Kepewaraan. Buku ini mencerminkan tiga pandangan utama masyarakat terhadap keberadaan bahasa Jawa saat ini pihak pertama beranggapan bahasa Jawa hampir punah, pihak kedua bahwa bahasa Jawa masih hidup dan berkembang mengikuti tuntutan jaman, serta pihak ketiga yang merasa bahasa Jawa mengganggu pola pikir modern. Kajian ini mewakili pandangan kedua dengan mempertimbangkan bahasa Jawa sebagai sesuatu yang hidup. Buku ini juga membahas sejarah keberadaan bahasa Jawa, kondisi bahasa Jawa saat ini, serta upaya pemertahanannya. Studi kasus di sini meliputi Singapura, Suriname, dan Nouvelle Céladinie (Samudera Pasifik bagian selatan), menunjukkan bahwa meskipun berada di luar wilayah asalnya, bahasa Jawa masih digunakan dalam komunikasi harian. Buku ini dirancang sebagai sarana komunikasi untuk memahami praktikum Kepewaraan yang diselenggarakan oleh IAIN Tulungagung dan dapat memberikan inspirasi bagi upaya pemertahanan bahasa dan budaya Jawa di lembaga pendidikan lain.
Unduh untuk perangkat lain: