Tren menunjukkan perkembangan yang baik ditinjau dari sisi keilmuan maupun dan sisi praktis bagi pemerhati yang terlibat dalam aktivitas perdesaan. Melalui buku ini, penulis berupaya mengulas kajian Desa dan Perdesaan dalam tataran teori dan praktik. Buku ini terdiri dari 7 (tujuh) Bab. Diawali dengan pembahasan tentang Pengertian Desa. Desa dan Perdesaan dianalisis mulai dan aspek sosiologis, pemerintahan, politik, administrasi publik hingga kebijakan publik yang disajikan pada Bab 1. Lalu, Bab 2 berisi tentang Kemiskinan dan Pertanian di Perdesaan, Bab 3 memperkenalkan konsep New Rural Policy yang relatif baru dalam kajian Perdesaan. Bab 4 mengulas perkembangan seputar Kebijakan Per(desa)an di Indonesia. Penulis tidak hanya menjelaskan time line perkembangan regulasi desa, melainkan juga tren atau policy kebijakan desa di Indonesia. Selanjutnya, pada Bab 5 dan 6 mengkaji tentang isu kekinian dengan mengangkat tema Quo Vadis BUMDes dan Demokrasi Desa. Buku ini ditutup dengan Bab 7 yang menelaah Prospek dan Tantangan Kebijakan Desa dan Perdesaan. Penulis menawarkan prospek pengembangan Desa Pengakuan dan Desa Buatan, dengan fokus kebijakan perdesaan berupa percepatan kinerja sistem Pemerintahan Desa, baik dari sisi village performance maupun village development. Adapun strateginya dengan menggunakan pendekatan berpikir sistem (systems thinking) dalam rangka menghasilkan rekomendasi kebijakan yang bersifat jangka panjang dan kuat (robust policies).
Buku "Dinamika per(desa)an Isu Strategis dan Rekomendasi Kebijakan" oleh Ike Wanusmawatie dan Mochamad Chazienul Ulum memaparkan pemahaman komprehensif tentang makna desa, baik sebagai komunitas maupun organisasi pemerintahan lokal. Penulis menjelaskan perdebatan terkait definisi desa dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Administrasi, Sosiologi, Politik, dan Pemerintahan. Buku ini menggali isu strategis penting dalam dinamika perdesaan, seperti kemiskinan, kebijakan desa yang terus berubah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), dan demokrasi desa. Para penulis menekankan bahwa pemahaman tentang masalah desa harus keluar dari paradigma linear menuju pendekatan sirkuler dan holistik dengan menggunakan sistem thinking. Penulis juga memaparkan rekomendasi kebijakan yang dipilih oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan di desa, berdasarkan definisi desa sebagai kumpulan masyarakat yang mengatur dirinya sendiri (self-governing community) dan organisasi pemerintahan lokal (local self-government).
Unduh untuk perangkat lain: