Smart village merupakan kaidah baru dalam percepatan pembangunan, peningkatan layanan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa berbasis potensi sektor. Kabupaten Banyuwangi melahirkan program Smart Kampung pada tahun 2017 berhasil mendorong transparansi anggaran, monitoring kegiatan desa, profil dan branding potensi desa serta percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (H. Ipuk Fiestiandani, S.Pd – Bupati Banyuwangi, periode 2021-2024) Buku ini membahas berbagai dimensi pembangunan desa di Indonesia. Buku Smart Village layak dijadikan referensi pertama bagi para pihak yang ingin memahami konsep dasar, bidang-bidang, isu, dan strategi-strategi pembangunan desa masa kini. (Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr – Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University Bogor) Buku bertema menarik, memberi semangat bertransformasi, membangun dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mandiri dan maju. Smart Village, gagasan penting bagi desa untuk mampu mengoptimalkan pengelolaan potensinya dengan terus berinovasi dengan dukungan teknologi informasi. (Wiweko – Kepala Desa Oro-oro Ombo Kota Batu, Juara 1 Desa Status Indeks Desa Membangun (IDM) Mandiri Tingkat Nasional) Smart village, topik menarik dan menggelitik terkait dengan perencanaan pembangunan desa. Sebagai buku ajar buku ini memberi cakrawala kedepan yang sangat baik, tidak hanya membahas perencanaan dan pembangunan desa, juga Iebih jauh sampai keberlanjutan melaui SDG’S dan dunia digital menjadi desa maju, berkelanjutan dan bermartabat. (Dr. Ir. Ibnu Sasongko, MT – Dosen Senior PWK ITN Malang, Ahli Perencana Utama IAP dengan 30 tahun pengalaman)
### Buku ini berfokus pada konsep Smart Village sebagai wujud SDGs Desa yang berbasis inovasi dan digitalisasi. Melalui pendekatan ini, penulis menunjukkan bagaimana desa dapat diubah menjadi tempat yang lebih maju dan inklusif melalui implementasi teknologi dan inovasi. Buku ini disusun oleh Gunawan Prayitno, Aris Subagiyo, Dian Dinanti, dan Nindya Sari, dengan rincian 278 halaman. Berdasarkan data BPS, perbandingan jumlah penduduk miskin di desa dan kota menunjukkan bahwa masalah kemiskinan masih dominan di desa. Kepentingan desa dalam pembangunan nasional terus ditekankan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat mulai dari tingkat dasar. Buku ini juga membahas peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 yang menetapkan SDGs sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan dan instruksi untuk membuat rencana aksi di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten. Selain itu, SDGs Desa dimasukkan dalam Peraturan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 serta Peraturan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan. Penulis menggambarkan langkah-langka praktis dalam mewujudkan SDGs Desa, termasuk penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan inklusivitas layanan publik. Selain itu, disajikan analisis komprehensif tentang bagaimana desa dapat menjadi sentral dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Buku ini dirancang sebagai panduan praktis bagi pemangku kepentingan di tingkat desa, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas desa sendiri. Dengan demikian, buku ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana desa dapat berperan dalam mencapai SDGs global secara lebih inklusif dan efektif.
Unduh untuk perangkat lain: