Perdebatan antara masyarakat dan individu telah menjadi polemik yang cukup serius dalam ilmu sosial selama beberapa dekade. Para sosiolog saling berargumen terkait manusia realitas dan masyarakat hingga muncul berbagai aliran yang menjadi perspektif dalam membaca realitas sosial. Buku ini menyuguhkan akar sejarah perdebatan tersebut dari zaman Yunani hingga awal munculnya ilmu sosiologi, lalu memberikan peta permasalahan hingga pemikiran-pemikiran alternatif yang muncul belakangan terkait antara individu dan masyarakat; seperti Bourdieu, Giddens, Peter L. Berger, Thomas Luckmann, Habermas, Norbert Ellias, dan lainnya.
### Buku "TEORI SOSIAL ANTARA INDIVIDU DAN MASYARAKAT" oleh Slamet Thohari dan Indhar Wahyu Wira Harjo mengajak pembaca untuk memahami kompleksitas hubungan individu dengan masyarakat melalui lensa teori sosial. Buku ini menjelaskan bagaimana individu dipengaruhi oleh kesejarahan, konteks sosial, dan interaksi yang terjadi dalam masyarakat. Pertama, buku ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki harapan dan motivasi yang berbeda-beda, mulai dari penjual nasi pecel yang hanya ingin menjualanannya dengan lancar hingga aktivis LSM yang mengimpikan perubahan politik. Kesejarahannya mempengaruhi bagaimana mereka menyerap realitas sosial dan kemudian terinternalisasi menjadi bagian dari hidup keseharian. Selanjutnya, buku ini membahas tentang sanksi hukum yang diterapkan pada pelanggaran hak cipta. Dalam Pasal 113 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, ada penjelasan mengenai pidana yang dikenakan untuk pelanggaran hak ekonomi dalam penggunaan komersial, mulai dari satu tahun hingga sepuluh tahun penjara. Buku ini juga membahas tentang teori sosial dan hubungan antara kesejarahan individu dengan realitas sosial. Dalam konteks ini, Slamet Thohari menunjukkan bahwa "kacamata" atau pandangan seseorang terhadap dunia dipengaruhi oleh posisinya dalam masyarakat. Clifford Geertz menyebutkan bahwa kebudayaan adalah keterpaduan antara apa yang ada di dalam diri individu dan bentangan kronologi sosial. Simbol-simbol yang merupakan pantulan dari kebudayaan ini bersemayam dalam pikiran individu dan teraktualisasikan dalam realitas, setelah terjalin hubungan resiprokal interaktif dengan masyarakat. Pada bagian akhir, buku ini menyebutkan bahwa arsitek-arsitek modern banyak berasal dari Eropa, seperti Le Corbusier, Mies Van De Rohe, dan Walter Gropius. Hal ini menunjukkan bahwa cita rasa dalam seni tidak bisa dilepaskan dari posisi seseorang atau kesejarahannya. Buku "TEORI SOSIAL ANTARA INDIVIDU DAN MASYARAKAT" mengajak pembaca untuk memahami bagaimana interaksi antara individu dan masyarakat membentuk realitas sosial, baik dari segi hukum, teori sosial, maupun seni.
Unduh untuk perangkat lain: