Di dalam bahan ajar ini dikupas materi asam basa, meliputi konsep asam basa, titrasi asam basa, hidrolisis garam dan larutan penyangga. Bahan ajar ini disusun sesuai dengan tahapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis budaya Dayak dengan tujuan agar dapat memberikan penguatan akan pentingnya nilai-nilai budaya dalam pembelajaran sains. Bahan ajar ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam mengimplementasikan perkembangan kurikulum di perguruan tinggi saat ini. Penulis juga berharap dengan mempelajari buku ini mahasiswa dapat mengenal budaya Dayak dan sudut pandang pembelajaran kimia sehingga mahasiswa memiliki modal untuk dapat mengintegrasi budaya dalam implementasi ilmu kimia dilingkungan sekitar.
### Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga buku ajar ini dapat terselesaikan. Buku ini disusun dengan harapan dapat membantu pembaca dalam memahami konsep asam basa melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan budaya suku Dayak di Kalimantan. Bab I menyajikan latar belakang pengembangan bahan ajar, deskripsi bahan ajar, prasyarat pembelajaran, capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), dan petunjuk penggunaan. Bab II berfokus pada konsep asam basa, dengan empat fase orientasi, organisasi, penyelidikan, dan pengembangan. Bab III membahas sifat-sifat asam basa, juga dalam empat fase yang sama. Buku ini dirancang untuk memfasilitasi pemahaman mendalam tentang materi asam basa dengan pendekatan PBL yang terintegrasi dengan budaya setempat. Gambar dan elemen budaya diterapkan untuk memberikan konteks dan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh bagi pembaca, khususnya mahasiswa dari kalangan Dayak di Kalimantan. Buku ini dilengkapi dengan undang-undang hak cipta yang menjelaskan tentang perlindungan hukum terhadap materi ajar. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan membantu dalam pencapaian kompetensi akademik.
Unduh untuk perangkat lain: