Membahas tentang boleh tidaknya selfie saat umrah dan haji di Tanah Suci. Buku digital ini mengupas tentang fenomena selfie terutama saat di Tanah Suci.
### Buku "Kontroversi Selfie di Tanah Suci" oleh Lingga Permesti mengupas fenomena selfie yang menjadi isu hangat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah. Penulis memulai dengan memberikan contoh nyata melalui keterangan Ahmad, seorang warga Jeddah kepada Arab-news, yang merasa terganggu dengan penggunaan ponsel untuk selfie oleh para peziarah saat beribadah. Fenomena ini juga diangkat dari perspektif Zahra Mohammad, guru agama di Riyadh, yang mengkritik perilaku selfie sebagai bentuk riya' atau penunjukan diri. Penulis menampilkan pernyataan ulama Arab Saudi, Syekh Abdul Razzaq Al-Badr, yang memperingatkan para jamaah haji agar tidak berfoto selfie di Masjidil Haram. Ia merujuk pada sabda Nabi SAW yang mengingatkan tentang kepentingan menjalankan ibadah tanpa riya dan usaha untuk didengar. Buku ini juga menyebutkan tindakan Pemerintah Arab Saudi dalam melarang praktik selfie di Masjidil Haram, termasuk surat diplomatik yang dikirim pada 12 November 2017 kepada negara-negara pengirim jamaah haji dan umrah. Surat tersebut meminta sosialisasi yang tegas untuk mencegah pengambilan gambar dalam lingkungan Masjidil Haram. Pada bagian akhir, penulis merujuk pada berbagai aspek kontroversi selfie di Tanah Suci, termasuk perbedaan pandangan antara para penduduk setempat dan peziarah. Buku ini tidak hanya memberikan wawasan seputar isu higienik ibadah, tetapi juga menyajikan berbagai sudut pandang yang melibatkan agama, budaya, dan etika dalam konteks umrah dan haji. ### Alasan singkat ini dirancang untuk memberikan gambaran umum tentang isu utama yang dibahas dalam buku. Dengan menyoroti contoh nyata, pernyataan ulama, dan tindakan pemerintah, sinopsis ini mencakup aspek-aspek kunci dari penelitian tersebut.
Unduh untuk perangkat lain: