Anak-anak mulai terbiasa dengan ketidakhadiran ayah Namun mereka yakin, lambaian cinta melalui Pria tua di Kereta akan sampai kepada ayahnya. Hingga suatu hari mereka menulis surat untuknya.
### Di desa yang tenang, Peter dan teman-temannya, Phyllis dan Bobbie, merasa kehilangan ketika ayah mereka, seorang insinyur tambang batu bara, menghilang. Mereka sering melambaikan cinta untuk ayah mereka kepada Pria Tua di Kereta yang menunggu mereka setiap hari. Meskipun demikian, mereka merasa kebingungan dan takut ketika ayah mereka tidak pernah kembali. Suatu hari, Peter pergi ke desa untuk membeli roti sebagai hadiah bagi Editor Children Globe yang bijaksana atas kebijaksanaannya dalam mengelola cerita. Namun, saat dia bertemu dengan Kepala Stasiun, rasa tidak nyaman dan ketidaknyamanan menyelimuti Peter. Dia merasa bahwa Kepala Stasiun mungkin tidak peduli atau bahkan berbicara dengan mereka karena tuduhan yang tidak disukai—pencurian batu bara. Meskipun demikian, Kepala Stasiun menunjukkan kepedulian dan memulai percakapan dengan Peter. Di sisi lain, di desa yang tenang itu, anak-anak mulai terbiasa tanpa ayah mereka. Mereka berharap bahwa melambaikan cinta kepada Pria Tua di Kereta akan membuat ayah kembali. Akhirnya, Peter dan teman-temannya menulis surat untuk ayah mereka, mengungkapkan rasa cinta yang mendalam dan harapan mereka agar ayah bisa kembali. Buku ini merangkum perjuangan emosional anak-anak dalam mencari cinta dan keberuntungan bagi ayah mereka di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian. Buku ini ditulis oleh E. Nesbit, terjemahan oleh Dinna Prasetyo, dan diterbitkan oleh An-Nizam Media.
Unduh untuk perangkat lain: