Buku ini ditulis untuk mengenang kepergian tokoh pejuang jurnalisme radio dan media trainer Indonesia, Errol Jonathans, terutama terkait perjalanan Errol dalam perkembangan radio interaktif dan jurnalisme radio di Indonesia. Errol merintis dan mendesain bagaimana agar radio siaran bisa berjurnalistik, walaupun pada era rezim politik Orde Baru (1966-1998) radio siaran non-pemerintah tidak diperbolehkan membuat berita sendiri. Buku ini berisi pemikiran lepas soal dinamika radio siaran di Indonesia yang memiliki korelasi dengan catatan sejarah dan kiprah Errol dari kacamata kami selaku murid, kolega dan sahabat Errol.
Buku "Radio Siaran di Indonesia Menuju Era Konvergensi" oleh Nurhaya Muchtar, Masduki, Djoko W. Tjahjo, dan Ido Prijana Hadi mengulas sejarah, regulasi, kelembagaan, dan perkembangan radio siaran di Indonesia. Mulai dari asal-usul radio siaran hingga era digital, buku ini menyajikan berbagai aspek penting dalam industri radio. Bab pertama membahas sejarah radio siaran dan perkembangan regulasinya, sementara bab kedua menekankan pada kelembagaan radio siaran di Indonesia. Bab ketiga mengupas perubahan politik yang mempengaruhi berita radio dan berbagai aspek produksi serta pemasaran siaran berita. Bab keenam membahas revolusi digital dalam industri siaran, termasuk regulasi dan tantangan baru yang muncul. Buku ini juga menghargai dedikasi Errol Jonathans terhadap kemajuan radio siaran di Indonesia dan kontribusinya pada demokratisasi media. Buku ini dirancang untuk memperingati Errol Jonathans, seorang pemimpin dalam pengembangan radio interaktif di Indonesia. Dilengkapi dengan pengantar dari Prof. Dr. Muhammad Nuh, buku ini memberikan gambaran holistik tentang perjalanan dan potensi masa depan industri radio siaran di tanah air. singkat ini mencerminkan isi utama buku yang menggabungkan sejarah, regulasi, kelembagaan, dan perkembangan teknologi dalam industri radio siaran Indonesia.
Unduh untuk perangkat lain: