Buku ini menjelaskan perlunya ilmu pengetahuan mengenai permasalahan haid, nifas dan istihadhah. Mengingat pentingnya ilmu tersebut untuk dipelajari dan dipahami dengan baik khususnya bagi seorang wanita. Karena dengan mengetahui dan memahami ilmu ini, seseorang akan mengerti kapan haid datang, kapan waktunya mulai boleh beribadah, kapan waktunya haid sudah selesai, bagaimana cara mensucikannya, dan hal-hal yang diharamkan bagi wanita yang sedang haid atau nifas.
### Buku "Haid, Istihadhah dan Nifas Perspektif Fiqh dan Medis" oleh Rohmawati, M.A., merupakan karya yang menggabungkan perspektif fiqh (hukum Islam) dan medis dalam memahami permasalahan menstruasi. Buku ini mencakup analisis mendalam tentang haid, istihadhah, dan nifas dari sudut pandang syariat dan ilmu kesehatan. Pertama, buku ini menjelaskan definisi dan tahapan-tahapan haid serta istihadhah, sambil memaparkan perbedaannya. Selanjutnya, penulis membahas hubungan antara haid dengan proses biologis wanita, termasuk efek fisiologi pada rahim dan saluran indung telur. Penulis juga menyajikan pandangan syariah tentang keadaan haid dari segi fiqh, termasuk larangan melakukan hubungan kelamin saat dalam keadaan haid. Berdasarkan ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa haid merupakan suatu kotoran dan hadits tentang bahaya senggama pada saat haid, penulis menjelaskan bahwa syariat Islam mengharamkan hubungan intim saat wanita sedang mengalami haid untuk alasan medis dan moral. Buku ini juga membahas efek negatif yang dapat ditimbulkan oleh kontak fisik dengan darah haid pada organ reproduksi, serta bagaimana menjaga kebersihan selama periode menstruasi. Penulis memberikan beberapa petunjuk praktis untuk wanita dalam menghadapi masalah ini. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum IAIN Tulungagung, namun juga dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi semua pihak yang berkecimpung dalam isu-isu seputar haid dari segi fiqh maupun medis.
Unduh untuk perangkat lain: