Buku ini membahas tentang pola pemahaman keagamaan pada masyarakat nelayan terpencil di Dusun Klathak. Masyarakat Dusun Klathak pada dasarnya telah mengenal agama, yaitu Islam, namun belum mengamalkan syariatnya karena belum ada yang membimbing masyarakat tersebut ke arah yang benar.
Buku Buku ini merupakan hasil laporan penelitian yang membahas tentang pola pemahaman keagamaan pada masyarakat nelayan di Dusun Klathak, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini mengungkapkan bagaimana penduduk Dusun Klathak yang terdiri dari 26 kepala keluarga dengan jumlah warga 63 jiwa menjalani kehidupan sehari-hari sebagai nelayan dan buruh tani. Meskipun hanya 6 orang anak-anak yang berhasil menyelesaikan pendidikan SMP, dua di antaranya sedang melanjutkan pendidikannya di luar dusun tersebut. Penduduk Dusun Klathak terisolasi geografis dengan akses jalan yang sulit dan waktu tempuh mencapai 1,5 jam dari Pantai Popoh. Sarana pendidikan dan kesehatan tidak tersedia, sehingga warga harus mempergunakan layanan perawatan diri jika mengalami masalah kesehatan atau saat melahirkan. Namun, di balik isolasi tersebut terdapat keharmonisan sosial yang tinggi. Warganya menjalin hubungan yang erat dan saling membantu satu sama lain. Penelitian ini juga mencerminkan bagaimana masyarakat Dusun Klathak berusaha menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pemahaman yang unik, ditinjau dari perspektif minoritas di daerah terpencil. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak lintas sektoral untuk membangun kehidupan masyarakat Dusun Klathak, termasuk dalam hal pembangunan keagamaan, akses sarana-prasarana, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Penelitian ini mendapatkan support dana dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Terima kasih kepada Bapak Prof. H. Dede Rosyada, MA yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian ini.
Unduh untuk perangkat lain: