Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dengan sumber daya alam dan manusia yang sangat melimpah, membuat Indonesia sebagai sasaran empuk bagi negara super power untuk melancarkan perang proksinya dengan tujuan mengeruk habis resourch yang dimiliki oleh negara ini. Oleh karena itu diperlukan sebuah langkah antisipatif agar keutuhan dan kedaulatan negara tidak terceraiberaikan akibat serangan proxy war
Berikut adalah sinopsis singkat buku yang dapat disajikan pada cover belakang Studi Elaboratif Persepsi dan Preventif Mahasiswa PTAIN se-Jawa Timur tentang Proxy War merangkum hasil penelitian yang bertujuan memahami persepsi mahasiswa terhadap perang proksi (proxy war) serta langkah-langkah preventif yang diambil. Penelitian ini dilakukan dalam konteks pencegahan dan sosialisasi terhadap bahaya perang gaya baru ini, melibatkan partisipasi aktif pemerintah dan mahasiswa untuk membangun kesadaran masyarakat. Penelitian ini mengungkap beberapa persepsi yang berbeda tentang proxy war—beberapa melihatnya sebagai sangat berbahaya tanpa korban nyata, sementara yang lain menilai Indonesia telah lama terlibat dalam konstelasi perang proksi karena potensi SDA dan SDM yang tinggi namun pendidikan yang kurang. Studi ini juga menyajikan langkah-langkah preventif yang diambil oleh mahasiswa PTAIN se-Jawa Timur, termasuk pembentukan lembaga sebagai antisipasi terhadap perang proksi. Metodologi penelitian menggunakan wawancara dan dokumentatif untuk mengumpulkan data. Hasilnya menunjukkan pentingnya persiapan dini melalui pendidikan dan sosialisasi mahasiswa agar siap menghadapi tantangan global seperti proxy war. Penelitian ini masih memiliki beberapa kekurangan, namun harapannya adalah bahwa saran dan kritik yang masuk dapat memperbaiki penelitian di masa depan.
Unduh untuk perangkat lain: