Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil metakognisi mahasiswa Jurusan Tadris Matematika (TMT) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung berdasarkan perbedaan kemampuan matematikanya: mahasiswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Untuk mendapatkan proses metakognisi digunakan wawancara yang mengarah pada pertanyaan langkah-langkah penyelesaian soal berdasarkan langkah-langkah Polya dan De Corte.
Metakognisi Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Tulungagung dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah-Langkah Polya dan De Corte menganalisis bagaimana metakognisi (kesadaran berpikir) mahasiswa mempengaruhi proses pemecahan masalah matematika. Buku ini menggali latar belakang pentingnya matematika sebagai ilmu yang mendukung perkembangan teknologi dan berpikir manusia secara logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif. Penelitian ini fokus pada metakognisi mahasiswa angkatan 2014 dari program Tadris Matematika IAIN Tulungagung dalam menerapkan langkah-langkah Polya (Pahami masalah, Buat rencana, Lakukan, Tinjau kembali) dan De Corte. Metode penelitian termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan instrumen pengumpulan data dan analisis yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana metakognisi membantu mahasiswa dalam proses pemecahan masalah matematika, baik dari aspek teori maupun praktis. Penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan dan saran untuk tindak lanjut dalam meningkatkan kemampuan metakognitif mahasiswa. Buku ini ditulis oleh Dr. Dewi Asmarani, M.Pd., dan Ummu Sholihah, M.Si., dengan tujuan memberikan wawasan bagi para pendidik, peneliti, dan mahasiswa dalam memahami peran metakognisi dalam pemecahan masalah matematika. --- di atas merupakan sinopsis singkat dari buku yang berdasarkan konteks yang diberikan. ini mencakup latar belakang pentingnya matematika, fokus penelitian, metode dan analisis, serta tujuan utama penulisan buku tersebut.
Unduh untuk perangkat lain: