Pepatah, petitih Minangkabau atau sejenisnya itu sebagai ''"levende rechtsal''" merupakan bahasa hukum yang hidup dalam masyarakat. Prof. Koentjaraningra Perkawinan antara keaslian Minangkabau sepeti tersurat di dalam pepatah, petitih, mamang, bidal, pantun dengan unsur budaya rantau itulah yang melahirkan Agus Salim, Tan Malaka, Hatta, Yamin, Adinegoro, Natsir, Hamka, dan lain-lain. Prof. Dr. Syafi''i Ma''arif
Buku Buku ini membahas konsep Manajemen dan Leadership dalam perspektif budaya Minangkabau. Penulis menggali konsep-konsep manajemen dan kepemimpinan yang bersumber dari nilai-nilai adat dan budaya Minang, sekaligus mengintegrasikannya dengan prinsip-prinsip ilmiah dan modern. Buku ini merupakan hasil kerja sama tim yang bekerja selama ± 3 bulan, setelah melalui diskusi mendalam dalam beberapa pertemuan F.S.S.M di Padang. Buku ini ditujukan sebagai pegangan bagi para pemimpin dan manajer dalam menjalankan tugas kepemimpinan dengan mendasarkan diri pada budaya bangsa, khususnya Minangkabau. Buku ini juga menyajikan konsep yang dikembangkan bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan akademisi, termasuk Bapak Kolonel Dr. Bustanuddin Marisa, yang memiliki keahlian khusus dalam adat Minangkabau. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi muda Minang dan bangsa Indonesia, serta menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang manajemen dan kepemimpinan yang berakar pada budaya lokal.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.