Buku ini penulis ketengahkan sebagai salah satu upaya memperkenalkan salah satu budaya keagamaan di salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, berupa zikir yang diiringi dengan rapa
Buku Buku ini membahas tentang relasi antara zikir dengan rapai dalam konteks budaya keagamaan di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Penulis menjelaskan bahwa zikir, sebagai bentuk ibadah menyebut nama Allah dengan lisan dan hati, memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat setempat. Dalam konteks ini, rapai, sebagai alat musik berupa pukul, digunakan sebagai alat bantu untuk memperkuat pengalaman zikir, sehingga lebih menggairahkan dan menginspirasi para jamaah. Buku ini juga menjelaskan bahwa zikir bagi kaum sufi merupakan jembatan antara manusia dengan sumber kehidupan, yang secara filosofis diibaratkan sebagai komponen elektronik yang memerlukan sumber energi listrik. Zikir dianggap sebagai bentuk penyuci jiwa yang dapat mengembalikan potensi ruhaniyah manusia yang terhalang akibat sifat-sifat tercela seperti hasad, dengki, sombong, dan lainnya. Selain itu, buku ini juga mengupas secara mendalam tentang bentuk-bentuk zikir, seperti zikir lisan, zikir qalbu, dan zikir sir (rahasia), serta mengutip pandangan Ibnu Qayyim dan Al-Ghazali yang menekankan pentingnya zikir dalam tazkiyah al-nafs, yaitu penyempurnaan diri. Buku ini dilengkapi dengan analisis filosofis yang menggabungkan aspek keagamaan, budaya, dan ilmu pengetahuan, serta memberikan wawasan tentang bagaimana zikir dengan pengiring rapai menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang hidup dan relevan dalam masyarakat Aceh.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.