Buku ini membedah secara mendalam eksistensi, peranan, dan dinamika modal sosial yang dimiliki oleh para petani kelapa sawit swadaya (mandiri) yang mengelola perkebunan di kawasan lahan basah atau area rawa. Melalui penjelasan naratif yang berbasis riset empiris, penulis menelisik bagaimana nilai-nilai moralitas ekonomi dan jaringan komunal menjadi instrumen krusial bagi para petani—terutama komunitas transmigran—untuk bertahan dan melestarikan kesinambungan usaha tani mereka di tengah keterbatasan lingkungan fisik lahan basah.
Unduh untuk perangkat lain: