Menjadi seorang muslim secara formalitas administratif atau identitas keturunan sering kali dinilai sudah cukup sebagai standar kesalehan di tengah masyarakat. Namun, apakah nilai-nilai substansial Islam—seperti kejujuran, keadilan, kebersihan, ketertiban, dan kemanusiaan—telah benar-benar terinternalisasi dalam perilaku sosial keseharian umat? Buku ini hadir sebagai kumpulan esai reflektif yang berani membongkar kesenjangan antara identitas keagamaan dengan aktualisasi nilai moral universal, khususnya dalam lanskap sosial masyarakat Jawa yang unik.
Unduh untuk perangkat lain: