Dalam era disrupsi informasi saat ini, gagasan dan program baru senantiasa diproduksi secara masif baik oleh institusi publik, akademisi, maupun korporasi. Namun, tidak sedikit dari ide-ide besar tersebut berakhir menjadi "menara gading"—tersusun rapi sebagai dokumen akademis atau presentasi digital di atas laptop, namun gagal menyentuh kebutuhan emosional dan praktis masyarakat di lapangan. Buku ini hadir sebagai refleksi kritis sosiokultural yang menguliti kesenjangan komunikasi dan implementasi tersebut di tengah masyarakat Jawa yang sarat akan keunikan bertindak.
Unduh untuk perangkat lain: