Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada hakikatnya merupakan instrumen fiskal yang didesain untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di tingkat daerah. Namun, dalam realitas sosiopolitik di lapangan, perumusan dan pengalokasian dana publik ini sering kali terjebak dalam pusaran tarik-menarik kepentingan antara elite birokrasi, pemegang kekuasaan politik, dan para pemangku kepentingan. Buku ini hadir sebagai kumpulan catatan kritis, reflektif, dan esai sosiokultural yang menguliti dinamika tersebut secara tajam namun membumi.
Unduh untuk perangkat lain: