Penafsiran terhadap teks-teks keagamaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia senantiasa dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, bias jender, hingga relasi kuasa politik yang mengitari sang penafsir. Ketika teks suci berhadapan dengan kompleksitas dunia modern, muncul kebutuhan mendesak untuk membongkar kembali struktur berpikir yang dominan. Buku ini hadir sebagai sebuah pisau analisis kritis teoritis yang berani dalam memetakan titik temu antara keadilan jender, sejarah kolonial, dan muatan ideologi dalam penafsiran Islam.
Unduh untuk perangkat lain: