Dalam seni pertunjukan tradisional ludruk, kidungan atau pantun berlagu bukan sekadar pemanis panggung. Ia adalah nyawa yang membawa pesan moral, kritik sosial yang tajam, sekaligus banyolan segar yang mendekatkan seniman dengan penontonnya. Sebagai bagian penting dari antologi Seri Menziarahi Tubuh Ludruk, buku ini hadir untuk melacak makna di balik bait-bait tradisi tersebut melalui untaian kisah fiksi yang penuh empati.
Unduh untuk perangkat lain: