Panggung ludruk tradisional tidak pernah sekadar menampilkan pertunjukan fisik berupa tarian, kidungan, atau lawakan jenaka. Jauh di dalam sanubari para pelakonnya, terdapat jalinan emosi, pengorbanan, dan ikatan batin yang mendalam terhadap seni yang mereka hidupi. Menjadi bagian berharga dari antologi Seri Menziarahi Tubuh Ludruk, buku ini hadir untuk mengeksplorasi sisi paling intim dari kehidupan para seniman rakyat, yaitu mengenai "rasa" yang mengikat mereka pada sunyinya malam di balik layar panggung.
Unduh untuk perangkat lain: