Karya etnografis ini menyajikan kajian mendalam sekaligus upaya rekonstruksi terhadap eksistensi sosiokultural masyarakat Sunda Paurangan yang selama ini luput dari perhatian publik dan sejarah arus utama. Penulis menggunakan pendekatan etnografi komunikasi untuk membedah bagaimana sebuah kelompok masyarakat adat yang terpinggirkan dapat membangkitkan kembali ingatan kolektif mereka. Pembahasan difokuskan pada cara komunitas ini menggunakan tindakan tutur, ritual, simbol, serta pola interaksi keseharian sebagai instrumen penting untuk menegaskan kembali jati diri, merawat memori kolektif, dan memperjuangkan pengakuan atas hak-hak adat mereka di era modern.
Unduh untuk perangkat lain: