Karya etnografis ini menyajikan analisis mendalam mengenai titik temu antara perayaan hari besar keagamaan Islam dan sistem kepemimpinan tradisional di Kampung Naga, Tasikmalaya. Penulis membedah bagaimana aktivitas komunikasi kelompok dan kultural berlangsung selama momen Hari Raya Idul Fitri, di mana ritual tersebut tidak hanya dimaknai sebagai ibadah vertikal melainkan juga momen penguatan kohesi sosial dan pelestarian adat. Melalui lensa etnografi komunikasi, naskah ini menguraikan bagaimana simbol-simbol Islam bersanding secara harmonis dengan adat Sunda dalam ruang-ruang komunal masyarakat.
Unduh untuk perangkat lain: