Buku ini meneliti bagaimana nilai-nilai, simbol, dan ritual Islam digunakan sebagai instrumen perlawanan oleh "kiai kampung" bersama masyarakat Urutsewu, Kebumen. Penulis menganalisis transformasi ruang keagamaan tradisional menjadi basis mobilisasi massa yang solid untuk menghadapi konflik agraria dan klaim sepihak atas tanah.
Unduh untuk perangkat lain: