Buku ini menyoroti dan mengkaji secara empiris detak nadi kehidupan intelektual santri di era modern melalui potret budaya literasi yang tumbuh subur di dalam ekosistem Pondok Pesantren Nurul Ummah, Kotagede, Yogyakarta. Di tengah meluasnya budaya instan dan disrupsi digital yang sering kali menggerus minat baca generasi muda, pesantren membuktikan diri mampu menjadi oase pertahanan tradisi membaca, menulis, dan berdiskusi yang kokoh.
Unduh untuk perangkat lain: