Buku ini menyajikan analisis kritis-kelembagaan mengenai kedudukan pondok pesantren saat berhadapan langsung dengan arus masif modernisasi pendidikan nasional. Penulis membedah tantangan dualisme kultural yang sering kali dialami pesantren: keharusan untuk tetap melestarikan nilai-nilai keaslian salafiyah tradisional (seperti kajian kitab kuning, ketakziman, dan kemandirian) sekaligus tuntutan struktural untuk mengadopsi standar manajemen modern, standarisasi kurikulum formal, serta pemanfaatan teknologi siber
Unduh untuk perangkat lain: