Buku ini memotret sisi humanis, intelektual, dan spiritualitas tinggi dari Kiai Idris Kamali melalui hubungan emosional serta intelektualnya dengan para muridnya. Fokus utama dalam jilid ini mengupas fragmen kedekatan khusus antara KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) muda saat menimba ilmu secara langsung di bawah bimbingan Kiai Idris. Melalui jalinan hikayat yang mengalir, penulis menceritakan bagaimana dinamika belajar-mengajar yang unik di kamar kepengarangan Kiai Idris turut membentuk kerangka berpikir, kedalaman ilmu alat, serta spiritualitas Gus Dur di kemudian hari.
Unduh untuk perangkat lain: