Salah satu misi Islam adalah dapat berdialektika dengan budaya setempat sehingga dapat menyuburkan khazanah pemikiran meliputi teologi, fikih, sufistik, dan filsafat. Hal ini dapat melahirkan peradaban yang sangat gemilang. Islam tanpa berdialektika dengan budaya akan sulit berkembang dan mungkin tidak akan diterima di luar bangsa Arab.
Buku Buku ini membahas tentang rasionalisasi tradisi Islam Nusantara dalam konteks kehidupan masyarakat yang beragama Islam. Penulis menjelaskan bahwa Islam memiliki kemampuan untuk berdialektika dengan budaya lokal, sehingga mampu menyuburkan khazanah pemikiran Islam yang meliputi teologi, fikih, sufistik, dan filsafat. Dengan demikian, Islam tidak hanya berfungsi sebagai agama, tetapi juga sebagai bagian dari kebudayaan yang mampu berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Buku ini juga menyoroti pentingnya memahami tradisi yang sudah mengakar dalam masyarakat, seperti tahlil, ziarah kubur, dupa, dan tirakat azimat. Penulis menegaskan bahwa hal-hal tersebut tidak semuanya termasuk dalam perbuatan munkar, melainkan bisa menjadi bagian dari kehidupan keagamaan yang harmonis jika dilihat dalam kerangka konsistensi dan kebenaran syar’i. Penulis menekankan bahwa Islam yang mampu berdialektika dengan budaya lokal akan mampu berkembang menjadi peradaban yang gemilang, sejalan dengan semangat rahmatan lil ‘alamin. Dalam buku ini, penulis juga mengajak pembaca untuk mengkritik dan memberikan saran agar buku ini dapat terus dikembangkan menjadi lebih baik, sebagai upaya memperkuat pemahaman dan praktik Islam yang berakar pada nilai-nilai universal dan lokal yang sejalan.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.