Di dalam buku ini membahas tentang dasar-dasar pengimplemantasian pengelolaan keuangan di industri pertanian jagung dan garam merupakan isu paling penting dalam membuat analisis keuangan pertanian. Oleh karena itu, riset ini akan mendeskripsikan lalu menganalisis perbandingan rasio keuangan yang mencakup profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas antara wilayah kabupaten yang ada di Madura. Dengan demikian riset ini diharapkan untuk membuat keputusan keuangan tepat waktu untuk mencegah kesulitan keuangan, juga berguna untuk analisis bisnis di antara wilayah pertanian di kabupaten-kabupaten yang ada sebagai data (sampel penelitian). Selain rasio keuangan, analisis penelitian ini juga menggunakan besarnya ukuran usaha dan jenis usaha tani. Riset ini mendasarkan pada metode riset deskriptif dan kuantitatif. Metode deskriptif dipakai untuk menjelaskan karakter dari profitabilitas, likuidtas, dan solvabilitas. Sedangkan metode kuantitatif menguji perbandingan analisis rasio di wilyah kabupaten yang berbeda. Hasil menunjukan bahwa kinerja keuangan pada petani garam di empat kabupaten ternyata berbeda. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi <5%. Dengan demikian hasil ini memberikan penjelasan bahwa kinerja petani garam di empat kabupaten tersebut adalah berbeda. Untuk menguji anova pada petani jagung juga memberikan hasil yang sama, yaitu: kinerja keuangan pada petani garam di empat kabupaten ternyata berbeda. Hasil pengujian ini mendukung semua hipotesis yang ada. Berdasarkan hasil pengujian dapat ditarik ke simpulan bahwa kinerja keuangan di sektor pertanian garam pada masing-masing kabupaten di Madura adalah berbeda. Di sisi lain yaitu sektor petanian jagung juga mendapatkan ke simpulan yang sama pula. Dengan demikian simpulan ini bisa digenerlisasi bahwa karakteristik pertanian di wilayah Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep adalah berbeda-beda sesuai dengan kondisi alam dan geografis, serta kultur yang ada.
Unduh untuk perangkat lain: