Menjadi guru profesional itu tidak mudah. Guru dituntut serbas bisa seolah- olah harus menjadi superman atau superwoman. Apalagi jika di kelas ada 40 siswa misalnya. Tentu saja guru bukan superman yang serba kuat, bukan malaikat yang tak pernah salah, bukan pula pesulap yang bisa mengubah saputangan menjadi merpati dalam sekejap. Akan tetapi, yang tidak bisa dilepaskan adalah bahwa guru adalah manusia pembelajar yang harus terus berupaya mendidik siswa seoptimal mungkin. Menjadi seorang guru sesungguhnya seperti para nabi berdakwah. Kita tentu ingat peristiwa Nabi Yunus ditelan ikan paus. Allah SWT tidak menegur karena Nabi Yunus gagal menyadarkan kaumnya, tapi Allah marah karena Nabi Yunus menyerah dan pergi meninggalkan kaumnya. Cukuplah peristiwa Nabi Yunus menjadi pengajaran bagi para pendidik. Jangan menyerah menghadapi kesulitan dalam mengajar walaupun lelah, bingung, atau sering merasa buntu. Teruslah belajar dan upayakan agar "jangan lagi ditelan paus." Buku ini berisi 23 tulisan yang merupakan refleksi dan opini penulis tentang beberapa kebijakan pendidikan juga beberapa pengalaman penulis ketika mengajar baik di masa sebelum maupun sesudah pandemi. Membaca buku ini membuat Anda serasa diajak "ngobrol" tentang pendidikan dan pengajaran dengan gaya reflektif serta komunikatif.
Unduh untuk perangkat lain: