Maraknya berita penculikan anak yang beredar di media sosial maupun elektronik akhir-akhir ini menimbulkan keresahan sebagian masyarakat, terutama mereka yang masih mempunyai anak usia sekolah. Berita yang diawali munculnya percobaan penculikan yang terjadi di beberapa sekolah, tak ayal membuat kekhawatiran sebagai orang tua memuncak. Orang tua yang berkarier di luar tentu menjadi lebih khawatir. Kesibukan yang menyita waktu tidak bisa digantikan oleh orang lain hingga peran mereka sebagai "penjaga" sekaligus "pengasuh" anak tidak bisa dijalankan pada jam-jam kerja. Fenomena ini memberi peluang kepada lembaga pendidikan untuk berinovasi lebih. Salah satu cara adalah dengan mengadakan sistem sekolah berasrama. Sekolah berasrama menawarkan pendampingan dan pendidikan selama 24 jam penuh. Sekolah berasrama memberikan pelayanan ''all in one'' kepada masyarakat, dengan iming-iming cakap ilmu agama dan cukup ilmu umum. Banyaknya sekolah berasrama memberikan kesempatan kepada orang tua yang sibuk bekerja untuk memilih sekolah bagi anaknya agar mendapatkan keamanan dan kenyamanan selama anak menuntut ilmu. Hal ini berdampak menurunnya kekhawatiran akan kriminalitas terhadap anak. Buku ini memberikan gambaran secara jelas tentang sekolah berasrama, bagaimana menarik konsumen, strategi pasar, manajemen kurikulum, dan lain-lain. Buku ini layak dibaca orang tua agar mengetahui hal-hal yang menjadi skala prioritas ketika memilih sekolah untuk anaknya. Buku ini pun bermanfaat untuk lembaga pendidikan karena dapat dijadikan rujukan ''step by step'' dalam pengelolaan sekolah berasrama.
Unduh untuk perangkat lain: