Peristiwa politik, religi, dan kemanusiaan seringkali tampil di masyarakat dalam keadaan terkoyak. Ketiga dimensi itu tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan. Terus gegap gempita manggal dalam kehidupan. Selama alam belum digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya d Sang Maha Perkasa, perilaku politik, religi dan mozaik kemanusiaan menjadi wacana dialektika. Buku ini merupakan suara hati penulis yang tertuang dalam untaian PR kata, sebagai wujud dari sensitifitas dan refleksi ketiga dimensi tersebut. Dengan menggunakan bahasa sederhana akan mudah bagi siapapun dalam menghayatinya. Meski kadang ada kata yang sulit diterka maknanya, namun akan menampilkan nuansa indah dalam untaian kata. Dalam buku ini pula penulis ingin bercerita tentang fakta dan realita euforia politik, daya religi, dan pernak-pernik kemanusiaan. Semoga buku ini menjadi bagian dari kritik sosial yang baik. Laksana pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, maka akan menghasilkan buahnya di setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Semoga bisa memberikan pencerahan dan mencerahkan hati nurani para politisi, para penyampai religi dan para penghuni duniawi. Saatnya para pembaca yang peduli memulai berenang dan menyelam dalam samudra puisi. Yang terungkap melalui suara hati dalam untaian kata. Inilah gejolak suara hati yang gelisah dalam fakta dan realita. Selamat menikmati dengan sepenuh hati.
Unduh untuk perangkat lain: