Di era-80 profesi guru dipandang sebelah mata. Banyak lelusan IP yang menyandang gelar sarjana pendidikan (S.Pd) menolak berprofesi sebagi guru. PP Bermodalkan ijazah S1, banyak lulusan IKIP justru berkarir bukan di dunia pendidikME Hal ini juga terjadi pada diri penulis. Sebagai lulusan fakultas keolahragaan, penulis tidak ingin menjadi guru. Menjadi guru merupakan pilihan terakhir, jika tidak diterima bekerja sebagai gym instructor. Bekerja di pusat kebugaraan rasanya lebih terhormat dan bergengsi. Buku ini menceritakan proses perubahan orientasi hidup yang terjadi pada diri penulis. Ternyata kesuksesan hidup tidak melulu masalah materi. Ada kalanya manusia menjalani kehidupannya didasari oleh keinginan mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Bukankah sukses berarti bermanfaat untuk orang lain. Penulis juga menyisipkan cerita remaja seorang guru saat di bangku kuliah. Penulis mencoba menggambarkan perjuangan mahasiswa dengan segala problematikanya. Penolakan orangtua akan pilihan kuliah si anak juga dikisahkan dalam buku ini. Buku ini dapat dijadikan sebagai panduan dan pedoman untuk siswa SMA/SMK/MA dan orangtua yang berencana kuliah di fakultas keolahragaan dan berprofesi sebagai guru Penjas. Memandang hidup dari kacamata seorang guru coba dituangkan oleh penulis. Semoga pembaca dapat memahami perspektif hidup dari seorang guru. Selamat membaca.
Unduh untuk perangkat lain: