Selama ini timbul kesan bahwa penyuluhan pertanian dilaksanakan dengan pendekatan dari atas (top down) dengan paksa, terpaksa, dan biasa. Seiring dengan pergeseran paradigma penyuluhan dari sistem transfer teknologi menjadi penyuluhan partisipatif, penyuluhan pertanian dilakukan secara partisipatif dengan pendekatan bottom up atau berbasis pembelajaran sosial. Penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan berbagai pendekatan dan metode yang melibatkan pelaku yang beragam menimbulkan kompleksitas di dalamnya, antara lain kompleksitas program, pelaku, dan kompleksitas interaksi antarpelaku yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Jika tidak dikoordinasi dengan baik akan menyebabkan terjadinya disharmoni yang berpotensi konflik. Buku ini menyajikan proses proses sosial, pola komunikasi, serta bentuk dan s sumber konflik dalam komunikasi pada proses sosial antarpelaku dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian berbasis rekayasa sosial pembelajaran sosial. Sebuah buku yang akan menambah bekal para penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugasnya.
Unduh untuk perangkat lain: