Zainal mengatakan ada 103 daerah yang mengikuti 9 subbidang yang dilombakan. Dari jumlah itu, 16 diantaranya terpilih sebagai pemenang. Sebanyak 12 diantaranya kota dan 4 lainnya kabupaten. “Tapi kalau soal RTH dan sampah, Surabaya seng ada lawan (tidak ada lawan),” ujar Zainal mengungkapkan hasil penilaian.
Buku Buku ini membahas pentingnya literasi dalam mengukur kualitas pendidikan suatu bangsa, khususnya di Indonesia. Dalam konteks survei literasi yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-60 dunia, buku ini menjelaskan bagaimana hasil survei tersebut dapat menjadi *bad news* atau *good news*, tergantung pada respons dan tindakan pemerintah serta masyarakat. Di sisi lain, buku ini juga menyoroti berbagai inisiatif dan program yang diluncurkan untuk meningkatkan minat baca dan literasi di Indonesia, seperti program pengiriman buku gratis, gerakan literasi sekolah, dan berbagai inisiatif daerah seperti GPMB di Yogyakarta dan *street library* di Bandung. Selain itu, buku ini juga menggambarkan peran penting telepon pintar dalam perpindahan media baca dari cetak ke digital, serta bagaimana penguasaan smartphone yang tinggi bisa menjadi peluang untuk mempercepat peningkatan literasi. Terdapat pula informasi tentang tata kota dan pengelolaan pemerintah kota Surabaya pada periode pertama Presiden Joko Widodo, yang menunjukkan upaya-upaya pengembangan pemerintahan yang lebih baik dan terstruktur. Dengan berbagai topik yang disajikan, buku ini menjadi referensi yang relevan untuk memahami tantangan dan peluang dalam meningkatkan literasi dan kualitas pendidikan di Indonesia.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.